1.Pengendalian Fikiran
Di dalam jalan yang ganjil dan membalik yang merupakan ciri khusus pengalaman perorangan yang begitu banyak cita cita untuk mengendalikan fikiran sering kali di salah artikan sebagai suatu perjalanan yang teramat susah payah untuk mengarahkan pikiran kepada saluran yang tidak terbiasa dan sukar.Pendekatan seperti itu condong untuk untuk membuat daya upaya atau usah menjadi amat berbelit belit,dan mengacau balaukan soal yang sebenarnya.Sebenarnya dunia pikiran menyediakan suatu alat perantara yang amat bebas dan ikut menanggapi bila hal itu di biarkan saja .Pikiran perorangan yang di bentuk dari zatnya alam pikiran menanggapi bersama dengan siaga kepada laporan laporan yang di berikan panca indra atau kepada ilham ilham dari pribadi rohaniah.
Untuk mengembangkan pengendalian pikiran,penanam kebiasaan kebiasaan kejiwaan yaitu merupakan kesatuan mental perasaan yang telah bekerja dalam jangka waktu lama,yang perlu di teliti dan di lawan atau di tantang.contoh perilaku perbuatan mereka wajib di buang di susun kembali dengan pola yang sama sekali berlainan.Ini biasanya yang memakan waktu lama dan dalam mencapai kemajuan,secara berangsur angsur pikiran kembali pada pada keadaan yang murni.Semakin badan dan pikiran menjadi lebih sederhana dan lebih jernih,semakin ia dapat mencerminkan kesadaran rohaniah di dalamnya.Di mana sebelumnya hanya terdapat gambaran gambaran pikiran tidak sempurna yang di ganggu oleh keinginan perorangan,maka sekarang sesuatu hal mengenai kesunyataan bahkan tantang kenyataan dapat di lihat dari sebelah dalam.
anda perlu membaca juga : Pengertian meditasi
Hanya sedikit orang saja yang mendapat manfaat kecuali bila mau teguh dalam usahanya,dan untuk sementara memang kelihatanya tidak berguna yaitu berdaya upaya merubah arah minat dan perhatianya.Kebanyakan orang tidak biasa mempergunakan kemauanya agar supaya dapat tetap berkonsentrasi dalam pikiran mengenai suatu pokok yang yang di berikan.Namun usahanya seperti orang yang belajar menunggang kuda,tentu akan menggunakan urat urat yang baru dan mereka akan menjadi cakap dalam menunggang kuda setelah mereka terus menerus ke arah mempelajari cara cara atau tehnik yang baru.jika tehniknya telah di kuasai maka perbuatanya mula mula menjadi tanpa usaha atau lebih kurang otomatis.
Dalam menggunakan istilah konsentrasi,meditasi dan kontemplasi dalam urutanya.Secara tehnis, konsentrasi artinya ialah memegang teguh pikiran pada suatu cita cita atau pikiran tunggal atas kemauan.Hal itu berarti membebaskan pikiran dan peraturan kebiasaan dengan keinginan perasaan perasaan melalui latihan latihan ,yang menampilkan prasangka dan gerakan yang kian kemari,kemudian mengarahkan pikiran dengan tenang pada satu pikiran.Kemudian di ikut sertakan untuk menahan pikiran teristimewa melalui pilihan sasaran yang bersifat tidak mementingkan diri sendiri bagi konsentrasi,yaitu obyek tanpa adanya pertautan emosi.
Dalam Meditasi pikiran di bimbing kearah istirahat dengan tenang atas suatu konsep atau rencana yang mempunyai banyak corak warna sifat.Bermacan corak keadaan dan hubungnaya di perbolehkan mengisi seluruh keadaan ,sehingga tidak satupun yang di alami kecuali konsep yang satu itu,dengan segala kelimpahanya .Meditasi seperti ini di kenal sebagai meditasi "dengan memakai benih"yaitu berkenaan dengan cita cita yang di berikan dan menghasilkan kegiatan pikiran yang lebih lanjut dan menjurus ke arah pengertian yang mendalam .Hal itu dapat di bagi dalam langka langkah yang bermacam macam atau tahapan pengembangan
Kontemplasi adalah meditasi tanpa memakai benih suatu jalan masuk menuju keadaan yang tak dapat di gambarkan dengan kata kata di mana segala yang biasanya di ketahui sebagai pikiran berhenti atau lenyap,keadaan ini secara mudahnya berada di luar pertimbangan perkataan.
2.Konsentrasi
Banyak hal mengagumkan telah di tulis tentang pokok ini,Berikut ini merupakan deretan yang baik untuk memulai jangka waktu berkonsentrasi.sasaran atau obyek yang di pakai sebagai bahan konsentrasi sebelumnya telah di tentukan terlebih dahulu,kemudian mulai dengan mengistirahatkan (me-rielex-an) badan.dan hendaknya merasa pasti bahwa badan dalam keadaan kendor dan memakai tempat yang enak serta menyenangkan.Ambilah nafas perlahan yang dalam sementara itu membiarkan badan jasmani,perasaan dan pikiran menjadi tenang tentram dan damai.Kemudian pertahankan dengan jelas bahwa untuk beberapa saat berikutnya kita hanya mengurusi satu hal saja,hal ini untuk melatih menari pikiran di bawah pengawasan pribadi yang dalam.Hal ini menimbulkan keadaan sifat menghimpun kembali di mana seluruh kesadaran di tarik bersama dan di persiapkan.Setelah persiapanya di buat,pikiran perasaan kemudian di arahkan pada sasaran atau obyek yang telah di pilih dan tetap bertahan selama jangka waktu yang di setujui.
Sasaran pertama yang di gunakan konsentrasi hendaknya bersifat tidak pentingkan diri dan luas jangkauanya.bukan sebuah bunga atau warna atau suatu hal yang ada sangkut paut dengan perasaan.Hal ini merupakan suatu latihan untuk menimbulkan cara atau jalanya pikiran perasaan.dan selam tingkat percobaan ,pikiran sejauh mungkin di pisahkan.Kebiasaan masih baru untuk memisahkan pikiran dari perasaan seringkali menyebabkan rasa jemu dan ras merangsang yang menyakitkan hati.Dan bisanya akan berkata "akan lebih mudah berkonsentrasi pada suatu yang menarik minat dari pada sebuah pensil karet penghapus atau sebuah korek api.
3.Beda konsentrasi dan meditasi
Terdapat perbedaan yang sangat jelas antara konsentrasi dan meditasi,meskipun keduanya dalam pelaksanaanya berhubungan.Dalam konsentrasi kehendak atau maksudnya ialah untuk memahami dan menguasai pikiran perasaan sehingga ia tidak lagi menanggapi dengan kacau pada peristiwwa seperti di masa lalu,seharusnya di perintah oleh Pribadi,ia di ajar menahan perhatian yang tetap meskipun pada pokok hal yang dangkal /suram.Latihan latihan konsentrasi adalah suatu pendidikan kembali mengenai tehniknya pikiran rendah,sehingga ia menurut perintah sang Pribadi,danmenghentikan sifatnya yang bergerak kian kemari tidak menentu.
Di dalam Meditasi tujuanya adalah melatih pikiran ,dalam keadaan tenang,dan beristirahat atau berhenti pada pokok yang di pilih,lebih baik pada hal yang mengandung arti yang dalam pada rohaniah,sehingga pokok caranya dapat membukakan kesadaran yang sedang bermeditasi akan arti dan makna yang lebih luas dan dalam.Konsentrasi pada peristiwa peristiwa duniawi hanya bergabung dalam meditasi bila ke sunyataan tentang soalnya telah di cari.Dengan perkataan lain ,meditasi adalah seruan kegiatan yang lebih halus,rencana yang di meditasikan di tahan supaya benih pikiran sehingga arti bathinya menjadi jelas dan nyata.
Jadi tujuan meditasi menjadi ganda atau rangkap ,Hal ini di gunakan untuk membangunkan kegiatan ilhamdari kehidupan mental,untuk membuat cara berpikir menurut kebiasaan lebih terang dan jelas.lebih mengandung kesunyataan dari pada sekarang yang di ketahui.Hal itu juga mengolah sifat sifat yang mengasuhdan mengungkapkan manusia rohaniah..Selanjutnya perubahan kebiasaan mental dapat menuju pada pendekatan ilham pada segala masalah.dan pertumbuhan pandangan bathin dan kecerahan pada waktunya dapat menciptakan garis terbuka yang menghubungkan kesdaran bangun dan sumber rohaniahnya.
4.Kontemplasi
Mengenai kontemplasi ,tingkatan pengalaman ini hanya sedikit saja yang bisa di uraikan,karena tujuanya ialah membawa kesadaran mengatasi daerah jangkauan pikiran.dan membiarkanya tidak hanya terbuka bagi Hidup tunggal,melainkan dapat merasakan kesatuanya dengan Hidup nan tunggal itu.Meditasi yang sadar,atau penyerapan perpaduan sepenuh nya dalam yang tak terbatas.Dikatakn oleh Patanjali akan berlangsung bila "rentetan perubahan gerakan guna guna (jalan alamiah) mulai berhenti" hal itu berarti "kembalinya daya kekuasaan kesadaran murni kepada bentuknya yang hakiki"Kiranya sudah sangat jelas bahwasanya sedikit saja hal yang bernilai dapat uraikan namun apabila kita teah benar benar siap ,kita akan menemukan bimbingan yang di perlukan tiba tiba mucul di dekat kita.Kiranya demikian pembahasan mengenai berbagai ragam tingkatan dalam meditasi ,mudah mudahan bisa menambah kasanah pengetahuan kita.

